Baca Juga
Setiap wanita diciptakan memiliki 400 sel telur dalam hidupnya. Setiap alami menstruasi maka tubuh wanita dengan sendirinya akan melepaskan satu sel telur yang berada di dalam rahim.
Meski memiki tabungan sel telur yang banyak, bukan berarti kehamilan otomatis akan mudah didapat.
Ini karena tidak semua sel telur sehat.
Nah, bentuk sel telur yang bulat dan besar memiliki diameter 18—23 mm.
Sel telur yang memiliki ukuran tersebut umumnya sudah matang dan siap dibuahi.
Namun perlu diingat, kualitas sel telur yang dihasilkan setiap kali ovulasi akan berkurang sejalan dengan bertambahnya usia seorang perempuan.
Hal ini dimulai pada usia 35 tahun dan menurun drastis pada usia di atas 38 tahun.
Itulah mengapa sangat sulit bagi seorang perempuan untuk memperoleh kehamilan pada usia di atas 40 tahun.
Bila pada usia tersebut berhasil hamil, umumnya angka kejadian keguguran spontan pun sangat meningkat.
Selain itu, sel telur memiliki masa hidup yang singkat setelah ovulasi.
Usai sel telur itu matang dan dilepaskan dari ovarium, sel ini akan masuk ke tuba falopi dan masa hidupnya hanya 12 sampai 24 jam.
Jika, selama itu tidak ada sperma yang datang dan terpilih, maka sel ini akan larut dan dibuang melalui aliran menstruasi.
Berbeda dengan sel telur, masa hidup sperma justru lebih panjang.

Masa hidupnya bisa 3 hari atau bahkan lebih.
Untuk itu, pembuahan mungkin saja terjadi jika sperma sudah ada di saluran tuba ketika sel telur dilepaskan, atau jika seorang wanita melakukan hubungan seks sementara sel telur masih hidup/subur, sperma akan berenang melalui rahim dan ke dalam tuba falopi.
Sperma bisa mencapai sel telur dalam waktu 30 menit.
Jika pembuahan berhasil, telur yang baru dibuahi akan melakukan perjalanan dari tuba fallopi dan ditanam ke dalam rahim 6 sampai 10 hari kemudian. (*)
sumber: http://wow.tribunnews.com
Source link