Baca Juga
SOLO, NNC - "Eyang, kenapa nggak mau sama Pak Sukarno? Pak Sukarno kan cakep banget?"
Pertanyaan itu pernah dilontarkan oleh cucu Gusti Nurul dan diceritakan dalam blog sang cucu "My Life in Words" milik R.Aj.Dwinandini Wiragasari.
Di awal tulisan, Dwi mengaku tak tahu eyangnya yang merupakan puteri tunggal Mangkunegoro VII dari Kerajaan Mangkunegaran, Surakarta, itu punya banyak pengagum. Itu karena kecantikan dan kecerdasannya.
Dwi mengatakan, Gusti Nurul pernah bercerita kepadanya semasa muda pernah ditaksir oleh Sutan Sjahrir dan Sukarno serta Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Namun cinta para orang besar itu ditolak dengan sangat halus.
"Saya pernah bercanda dengan beliau, saya tanya "Eyang, kenapa nggak mau sama Pak Sukarno? Pak Sukarno kan cakep banget". Eyang cuman bilang, "Iya memang ganteng. Tapi kalau ndak suka masa iya mau dipaksa," kisah Dwi.
Gusti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardani merupakan Kembang Mangkunegaran yang banyak disukai para tokoh besar. Salah satunya adalah Presiden ke-1 RI Sukarno yang terpikat pada kecantikan dan kecerdasannya. Gusti Nurul pernah diundang ke Istana Cipanas oleh Sukarno untuk makan bersama.
Sukarno juga pernah meminta Basuki Abdullah untuk melukis Gusti Nurul dan lukisannya dipajang di kamar kerja Presiden di Istana Cipanas. Setelah Gusti Nurul menikah, setiap pertemuan-pertemuan dengan Bung Karno selalu mengatakan kalau dia kalah cepat dengan suami Gusti Nurul.
"Seandainya pun dulu ia langsung melamarku, problemnya akan sama dengan yang dihadapi Sutan Sjahrir. Sebagai tokoh PNI, tak mungkin ia menikah denganku. Yang terpenting aku tidak mau dimadu. Yah, ia memang bukan jodohku," kata Gusti Nurul dalam buku yang berjudul "Gusti Noeroel Streven Naar Geluk (Mengejar Kebahagiaan)" karya Ully Hermono.
Selain Bung Karno yang lamarannya ditolak, juga ada Sutan Sjahrir. Kata Nurul, “Setiap rapat kabinet digelar di Yogyakarta, Sjahrir selalu mengutus sekretaris pertamanya, Siti Zoebaedah Osman ke Pura Mangkunagaran untuk khusus mengantar hadiah yang dibelinya di Jakarta”.
- 1
- 2
- Singkap Sejarah
- Bung Karno dan Gusti Nurul
Source link